Efisiensi Saat Harga BBM Fluktuatif

Mengantisipasi fluktuasi harga BBM saat ini, ada sejumlah langkah efisiensi yang dapat ditempuh perusahaan

Text and image block



Oleh : Ricky Virona Martono, M.M. 

Trainer, Executive Development Program PPM Manajemen

 

 *Tulisan ini dimuat di Majalah Pajak Volume XXXI 2016


Dari data Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan RI, sejak 2015 pemerintah memangkas subsidi energi. Subsidi 2014 sebesar Rp 240 triliun dipangkas menjadi Rp 64,7 triliun di tahun 2015 dan kembali turun di 2016 ke angka Rp 63,7 triliun. Pengurangan subsidi ini ditujukan untuk pembangunan infrastruktur yang dirasa masih sangat kurang. Dampaknya adalah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di akhir tahun 2014 naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500/liter

Di sisi lain, penurunan harga minyak dunia sampai di bawah 50 USD/barrel (bahkan sempat menyentuh 30 USD/barrel di tahun 2016) membantu harga Premium turun ke level Rp 7.000. Pemerintah juga sudah menegaskan untuk menyesuaikan harga BBM setiap beberapa bulan dengan perubahan harga minyak dunia. Harga BBM bisa naik dan turun sesuai kondisi pasar minyak dunia. Sayangnya ketika kenaikan harga BBM mengakibatkan kenaikan harga barang dan biaya angkutan umum, tidak diiringi dengan penurunan harga ketika harga BBM turun.

Hal ini memunculkan pertanyaan bagi industri dan perusahaan tentang perlu tidaknya dilakukan penyesuaian biaya transportasi setiap kali harga BBM berubah. Untuk menjawabnya, berikut ini tabel tentang komponen biaya transportasi Indonesia. Menurut penelitian dari Road User Costs Knowledge System (RUCKS) dan survei perusahaan oleh Asia Foundation, dalam laporan Biaya Transportasi Barang Angkutan, Regulasi, dan Pungutan Jalan di Indonesia tahun 2008, ada sejumlah komponen biaya transportasi:


Komponen biaya

Keterangan

Perkiraan % terhadap total

Biaya BBM.

Untuk moda transportasi darat: jarak tempuh x rasio konsumsi tiap 1liter bahan bakar minyak (BBM).

34

Biaya Operasional.

Upah dan honor pengemudi, biaya toll, biaya parkir, uang makan, dll.

14

Biaya Pemeliharaan Moda Transportasi.

Perawatan mesin, penggantian dan perawatan ban (tire), pelumas

19

Biaya Depresiasi.

Dihitung nilai sisa dan jangka waktunya.

8

Biaya Bunga Investasi.

Besaran bunga pinjaman.

10

Biaya Legal dan Iiaisons.

Perijinan, STNK.

2

Biaya Over Head.

Asuransi, THR, kesehatan, peralatan keamanan, seragam

2

Keuntungan

Target keuntungan perusahaan

11

Biaya Total Transportasi

100



Langkah Efisiensi 

Komponen biaya yang secara tidak langsung terpengaruh fluktuasi biaya BBM adalah upah pengemudi, uang makan, dan pembelian pelumas dan ban. Komponen biaya yang terpengaruh secara tidak langsungini dapat diefisienkan oleh perusahaan dengan langkah-langkah berikut.


Membawa barang sesuai kapasitas maksimum kendaraan.

Dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor: A.J.004/1/9/DRJD/2014 perihal Penindakan Pelanggaran Muatan Lebih Angkutan Barang di Jembatan Timbang, kelebihan muatan hanya diperbolehkan samapai batas 25 persen.

Beban berlebih membutuhkan tenaga lebih, dan tentu menghabiskan BBM lebih banyak lagi. Selain itu, membawa beban berlebih akan memperpendek umur kendaraan. Penambahan 1 ton dari beban akan menambah konsumsi BBM sebanyak 0,1km/liter. Jika kelebihan 5 ton, perkiraan penambahan BBM untuk pemakaian kendaraan setiap hari adalah 340 liter/bulan.

Menjaga kecepatan kendaraan yang konstan.

Penelitian menunjukkan, menjaga kecepatan kendaraan konstan pada 70 km/jam dibanding kecepatan fluktuatif antara 50 sampai 100 km/jam dengan penggunaan kendaraan secara intensif sampai jarak 500 km, dapat menghemat sampai 1.200 liter BBM/bulan. Mengurangi stabilitas kecepatan kendaraan dari 60 km/jam ke 50 km/jam di jalan raya dapat menghemat 140 liter BBM/bulan.

Meningkatkan kemampuan mengemudi.

Memperbaiki perilaku mengemudi dari agresif (kecepatan tinggi, berhenti mendadak, melanggar aturan) menjadi defensif (santun, taat peraturan lalu lintas) juga dapat mengurangi potensi kecelakaan.

Memerhatikan perawatan ban.

Tekanan angin ban kurang 30 persen dapat menambah konsumsi 130 literBBM/bulan. Menggunakan ban biasa (bukan radial) dapat menambah konsumsi 230 liter BBM/bulan.

Konversi BBM ke LPG.

Jika memungkinkan, efisiensi ditempuh dengan mengganti pengunaan BBM ke LPG.











Share