Memacu Kreativitas

Kreativitas dibutuhkan oleh seluruh tipe pekerjaan dalam organisasi.

Text and image block

Oleh: Puput Suwastika - Trainer, Jasa Pengembangan Eksekutif, PPM Manajemen


Tulisan ini dimuat di majalah PAJAK Vol. XXXII, 2016, p. 57


Dunia kerja membutuhkan kreativitas untuk dapat bertahan dalam kondisi persaingan dan pasar yang terus berkembang. Seorang product desaigner atau product planner acapkali mendapat tuntutan menghasilkan ide cemerlang merancang gagasan produk baru yang inovatif dan laku dipasar. Begitu juga marketers atau salesperson yang dituntut berpikir keras untuk menghasilkan ide kreatif dalam memasarkan dan menjual produk atau layanan perusahaan.

Pekerjaan administratif sekalipun tetap membutuhkan kreativitas. Seorang pekerja bagian administrasi, pembukuan, legal bahkan akuntan juga membutuhkan kreativitas untuk menjalani pekerjan rutinnya agar lebih mudah dan efisien.

Karakter bawaan

Kreativitas dibutuhkan oleh seluruh tipe pekerjaan dalam organisasi. Abraham Maslow menjelaskan, kreativitas adalah karakteristik bawaan yang sudah dimiliki oleh setiap manusia. Tugas manusia selanjutnya adalah mengasah kreativitas tersebut agar tidak tumpul.

Dr. Tina Legging, professor bidang Management Science and Engineering, Stanford University memaparkan sebuah model yang dikenal dengan “Innovation Engine”. Model ini mengungkapkan factor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi percepatan ketajaman kreativitas.

Faktor internal merupakan factor dalam diri karyawan yang memperngaruhi kreativitas, antara lain pengetahuan, imajinasi, dan sikap.

Pengetahuan pada suatu bidang akan menciptakan pemahaman dalam bentuk inovasi yang dapat diciptakan. Pengetahuan merupakan bahan bakar utama imajinasi. Dapat dibayangkan sesorang tidak paham teknis mesin, akan lebih sulit menemukan ide kreatif inovasi soal mesin. Sedangkan imajinasi bertindak sebagai katalis mengubah pengetahuan menjadi ide. Sikap dapat diartikan sebagai semangat atau motivasi untuk menciptakan suatu kreativitas. Kreativitas tidak akan muncul secara ajaib jika tidak dibarengi dengan semangat untuk menemukan ide baru.

Adapun faktor eksternal yang memperngaruhi kreativitas yakni sumber daya, lingkungan kerja, dan budaya.

Ketersediaan sumber daya pada suatu perusahaan dapat membantu realisasi ide kreatif yang muncul. Jika ide tidak ditampung dan disalurkan, tentu saja hanya menjadi ide. Lingkungan kerja yang kondusif dan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berimajinasi membantu karyawan untuk berpikir kreatif.

Penciptaan lingkungan kerja yang memicu timbulnya kreativitas sudah sangat disadari oleh kebanyakan perusahaan di industry kreatif seperti Disney dan Google yang menyediakan lingkungan kerja yang nyaman, unik penuh warna dan ceria.

Sedangkan budaya atau keyakinan dan nilai-nilai yang ada di perusahaan sangat membantu keberlanjutan kreativitas. Budaya evaluasi dan penghargaan terhadap bentuk kreativitas dapat memicu terciptanya kreativitas secara terus-menerus.

Dengan terciptanya kreativitas, seluruh karyawan diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan menyesuaikan kondisi perusahaan dengan perubahan bisnis yang begitu cepat.

Share