Ngetrip dan Geliat Ekonomi Nasional

Dalam manajemen event, salah satu indikator pengukuran kesuksesan adalah dari banyaknya peserta yang mengikuti.

Text and image block

 



Oleh : Fransiska Romana, M.M.   

Research Specialist,  Organization Development Services  PPM Manajemen


*Tulisan ini dimuat di Majalah Market+ edisi 82 September 2016

Ngetrip yuk, ada promo tiket murah nih mau ikutan gak? ada paket lengkap hanya dengan cuti 2 hari bisa sampai kekota A dan kota B sudah all in loh.” Acapkali tawaran seperti itu sampai ke kita.

Pola liburan (ngetrip) sedang bertumbuh pesat saat ini, tidak hanya dikalangan anak muda, bagi orang tua dan keluarga pun, ngetrip telah menjadi tren bahkan sudah dimasukkan dalam agenda reguler keluarga. Perkembangan ngetrip ini, ditunjukkan dengan munculnya komunitas-komunitas bahkan blogger dalam ranah tersebut.

Pada lampiran I sasaran pembangunan kepariwisataan nasional, disampaikan target kunjungan wisata mancanegara dan wisatawan nusantara dalam kondisi optimis akan mencapai 390 juta. Dari 20 juta wisman yang berkunjung sasaran penerimaan devisanya sebesar US$ 17 miliar (sumber http://www.kemenpar.go.id).

Menarik jika melihat lebih lanjut bagaimana peningkatan minat masyarakat berwisata dan diikuti dengan peningkatan aktivitas event yang diadakan berkaitan dengan perjalanan wisata tersebut. Kedepannya, aktivitas event seperti ini diharapkan dapat mendukung memaksimalkan pencapaian sasaran strategis pembangunan pariwisata nasional tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata.

Untuk mendukung hal tersebut, beberapa aktivitas event bertemakan perjalanan wisata sering dilaksanakan. Sebut saja GATF (Garuda Travel Fair), Astrindo Fair, SQ Travel Fair, Kompas Travel Fair, dan event dengan tema travelling yang dilakukan di mall-mall besar seluruh Indonesia.

Animo masyarakat relatif tinggi ditunjukkan dengan padatnya lokasi event perjalanan wisata dan tingkat transaksi untuk pemesanan tiket pesawat yang berbanding lurus, relatif tinggi pula. Bahkan untuk periode 2016 sebuah event yang diadakan oleh maskapai berani memasang target penjualan tiket mencapai Rp 15 miliar.

Penulis mencoba untuk melakukan observasi di salah satu lokasi penyelengaraan event traveling yang dilakukan oleh sebuah maskapai penerbangan. Kepadatan pengunjung sudah terlihat sejak awal acara, bahkan pengunjung rela antri sebelum acara dibuka. Berdasarkan data yang dirilis oleh event organizer-nya, kegiatan ini mampu mendatangkan 68.000 pengunjung dengan penjualan mencapai Rp. 131 miliar.

Saat pengamatan, diketahui peningkatan transaksi umumnya terjadi pada periode pukul 10.00-12.00 WIB dan 18.00-20.00. Periode waktu ini merupakan saat dimana travel agent peserta event tersebut memberlakukan ‘happy hour promo’ dimana harga tiket yang diberlakukan mendapatkan potongan 10%-20% dari harga normalnya.

Animo masyarakat, padatnya pengunjung, besaran transaksi yang terjadi dalam event ini bila dikaji lebih dalam oleh pihak-pihak terkait dan dimaksimalkan oleh perusahaan khususnya penerbangan serta travel agent sedianya akan mampu mendorong peningkatan besaran transaksi, selain itu tidak menutup kemungkinan event ini akan menjadi tombak penggiat ekonomi nasional.

Dalam manajemen event, salah satu indikator pengukuran kesuksesan adalah dari banyaknya peserta yang mengikuti. Adanya manajemen event yang baik dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan sebuah event. Manajemen event ini meliputi: penelitian tentang kebutuhan, keinginan ekspektasi calon peserta dan pengunjung event terlebih dahulu sebelum event dirancang (research), desain pelaksanaan dan pemetaan semua bidang meliputi SDM, peralatan serta perlengkapan bahkan layanan safety (design), perencanaan event yang matang (planning), koordinasi yang tepat (coordinating), evaluasi dan proses pengukuran kesuksesan maupun perbaikan event kedepannya (evaluating) (sumber: Goldblatt.”Special Event”, 2002).

Apabila dalam satu event perjalanan wisata partisipan dalam hal ini adalah travel agent semakin banyak serta didukung manajemen event yang baik, kedepannya diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk mengunjungi bahkan menjadikan event ini sebagai salah satu referensi untuk pembelian tiket perjalanan wisatanya.

Share