Peranan Valuasi Saham dalam Berinvestasi

Ketika sebuah perusahaan memiliki kinerja yang baik secara fundamental, maka masa depan saham perusahaan tersebut diharapkan akan memiliki nilai yang terus meningkat, sebagaimana tercermin dalam harga saham perusahaan terkait

Text and image block



Oleh: Christy Dwita Mariana, S.T., M.M., CRMO
          Faculty Member of PPM School of Management


*Tulisan ini dimuat di Sindo Weekly No. 37 Tahun V, 14-20 November 2016

Ketika mendengar kata saham, apakah yang pertama kali teringat? Apakah volatilitas yang tinggi? sesuatu yang dapat menghasilkan return dengan cepat? atau bahkan hal yang identik dengan para risk taker?

Memang, acapkali saham dikaitkan sebagai instrumen investasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga terlalu riskan untuk menjadi opsi pertama bagi para investor yang baru belajar.  Namun, seperti halnya istilah "high risk high return", investasi pada saham akan sangat menguntungkan apabila dilakukan dengan benar dan didasari dengan keputusan yang cukup matang.

Keputusan untuk berinvestasi perlu dibangun oleh data-data historis serta proyeksi prospek bisnis perusahaan ke depannya, yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut memang cukup potensial untuk dijadikan sarana berinvestasi.

Teknik-teknik analisis yang dapat digunakan para investor dalam menentukan saham yang akan dibeli diantaranya adalah analisis teknikal dan analisis fundamental.  Analisis fundamental lebih banyak menggunakan indikator-indikator dasar perusahaan untuk melakukan analisis harga saham sebuah perusahaan. Sebaliknya, analisis teknikal saham dan instrumen lainnya lebih banyak menggunakan data-data pasar.

Ketika sebuah perusahaan memiliki kinerja yang baik secara fundamental, maka masa depan saham perusahaan tersebut diharapkan akan memiliki nilai yang terus meningkat,  sebagaimana tercermin dalam harga saham perusahaan terkait.  Karena itu, valuasi saham seringkali menjadi alat utama bagi para investor untuk menilai kinerja perusahaan tersebut saat ini melalui harga saham sebenarnya.

Pada dasarnya, setiap aset, baik aset finansial maupun aset riil, pasti memiliki sebuah nilai (Damodaran, 2012).  Melalui metode valuasi saham, diharapkan Anda dapat memperoleh gambaran mengenai nilai sebenarnya dari saham yang sedang dianalisis atau yang dikenal dengan nama nilai intrinsik (intrinsic value).

Nilai intrinsik ini dapat diperoleh dengan berbagai pendekatan, diantaranya melalui pendekatan aset yang dimiliki oleh perusahaan, pendapatan saat ini dan masa depan dari perusahaan, atau pendekatan pasar (beberapa performa keuangan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya).

Setelah memperoleh nilai intrinsik perusahaan, Anda dapat membandingkannya dengan nilai pasar (market value) saham tersebut.  Nilai pasar adalah berapa harga saham yang saat ini sedang berlaku di pasar modal.  Apabila nilai intrinsik yang Anda peroleh lebih besar daripada nilai pasar yang berlaku, dapat dikatakan bahwa saham yang sedang Anda analisis undervalued atau diberikan harga lebih “murah” dibandingkan dengan nilai sebenarnya.  Apabila yang terjadi adalah sebaliknya, dapat dikatakan pula bahwa saham yang Anda analisis overvalued atau diberikan harga lebih “mahal” dibandingkan dengan nilai sebenarnya. 

Teorinya, Anda dianjurkan untuk berinvestasi pada saham yang undervalued dibandingkan pada saham yang overvalued.  Hal ini dikarenakan harga saham Anda diperkirakan akan meningkat di masa depan apabila saat ini sedang undervalued, sebab harga saham di pasaran yang berlaku saat ini masih di bawah nilai sebenarnya dari saham tersebut begitu pula sebaliknya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa walaupun metode valuasi saham bersifat sangat kuantitatif, hasilnya belum tentu sepenuhnya obyektif (Damodaran, 2012).  Saat Anda menerapkan metode valuasi saham, terdapat berbagai asumsi yang digunakan. Salah satunya adalah pada estimasi pertumbuhan pendapatan dari perusahaan yang Anda analisis.

Ketika opini pasar telah terbentuk dan menyatakan bahwa Perusahaan X akan berkinerja luar biasa selama lima tahun ke depan, secara sengaja maupun tidak sengaja hal ini dapat mempengaruhi penilaian Anda terhadap kinerja perusahaan tersebut pada masa depan.  Karena itu, dalam menerapkan valuasi saham, Anda harus berupaya untuk menghilangkan semua bias yang dapat berpengaruh terhadap penilaian Anda.

Jadi, apakah metode valuasi saham berperan signifikan terhadap keberhasilan investasi yang Anda lakukan? Belum tentu, karena metode apapun yang Anda terapkan, yang terpenting adalah tetap bersikap obyektif dengan berbagai data pendukung untuk keputusan investasi Anda.

Persiapkanlah secara matang rencana investasi, dan tetaplah berpegang teguh terhadap kutipan dari Warren Buffett, “The stock is a device for transferring money from the impatient to the patient”

Share