Talk To The Expert: Towards Dynamic Zone

A big picture

Menjawab Risiko Dengan Transformasi dan Mengawal Transformasi dengan Manajemen Risiko

Rabu, 12 Oktober 2016, digelar acara bertajuk “Talk To The Expert: Towards Dynamic Zone”. Bertempat di Auditorium Gedung Bina Manajemen B PPM Manajemen, acara yang digelar oleh Program Manajemen Event PPM Manajemen ini menarik banyak antusiasme dari peserta. Acara dimulai dengan pembukaan dari Ibu Reni Lestari selaku Direksi PPM Manajemen. Sesi yang kedua menghadirkan Bapak Prasetio, selaku Direktur Utama Perum PERURI. Sesi terakhir menghadirkan Bapak Lucky Hatreztyo, selaku Enterprise Risk Management and Strategic Business Management PT Mahadana Dasha Utama. Tampak hadir sebagai moderator adalah Bapak Alphieza Syam, Core Consultan PPM Manajemen.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinamis berarti penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan sebagainya; mengandung dinamika. Singkat kata, dinamis berarti bergerak atau pergerakan. Dalam era yang dinamis seperti sekarang ini, banyak manajer dan para pengambil keputusan yang salah langkah dalam menentukan pencegahan terhadap risiko yang akan dihadapi. Alhasil, kerugian besar berada di depan mata. Padahal dalam bisnis, harus dipertimbangkan untung dan rugi secara matang. “Dalam bisnis ada dua jenis untung; untung sesaat atau untung terus menerus.” kata Bapak Prasetio. Beliau menambahkan bahwa prinsip dalam manajemen risiko ada dua macam, prinsip hati-hati dan kehati-hatian. Prinsip hati-hati dapat menyebabkan bisnis tidak berjalan karena terlalu banyak di ‘rem’, sedangkan prinsip kehati-hatian mempertimbangkan bagaimana cara untuk mencapai keuntungan.

Pada sesi yang kedua, Bapak Lucky Hatreztyo membawakan tema “Tantangan dan Kunci Sukses dalam Menerapkan Manajemen Risiko di Lingkungan Korporasi”. Di sesi ini, Bapak Lucky menyampaikan bahwa manajemen risiko seharusnya bukan menghambat perusahaan, tetapi membantu sustainability dari suatu perusahaan. Beliau menambahkan, perubahan di lingkungan eksternal, seperti regulasi, kondisi bisnis, kondisi ekonomi dunia, dan harga komoditas menjadi salah satu momok yang harus diperhitungkan. Terlebih lagi, kualitas di Jakarta tidak dapat disama ratakan dengan di daerah. Antusiasme para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa Wijawijyata Manajemen, terlihat jelas, terbukti dengan banyaknya penanya yang aktif dalam acara ini.

Semoga acara ini memberikan pengetahuan mengenai manajemen risiko dan menerapkannya baik.
RME/X/16 #PPMManajemen

 

Share