Perumusan Strategi Berbasis Sumberdaya untuk Keunggulan Berkelanjutan

Mencapai kinerja yang baik dan mendapatkan keunggulan bersaing berkelanjutan menjadi tujuan setiap perusahaan. Perusahaan pastinya melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan keunggulan bersaing demi kesejahteraan pemegang saham, karyawan, dan para pemangku kepentingan lainnya.  Cara yang paling sering dilakukan adalah menerapkan berbagai strategi bisnis.

Saat ini telah berkembang berbagai pilihan strategi bisnis maupun strategi fungsional (pemasaran, produksi, sumberdaya manusia, keuangan, teknologi informasi) yang mendukung strategi bisnis.  Berbagai perusahaan bahkan meminta bantuan konsultan untuk merumuskan dan menerapkan strategi bisnis.  Berbagai strategi yang canggih kadangkala diterapkan untuk dapat mendongkrak kinerja perusahaan.  Namun tidak sedikit perusahaan yang masih belum berhasil mendapatkan keunggulan bersaing, walaupun telah menerapkan berbagai strategi.

Odoo text and image block

Strategi bisnis dikatakan efektif jika mampu memanfaatkan peluang bisnis dengan lebih baik dibandingkan pesaing.  Efektif jika dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan sangat baik. Efektif jika pelanggan lebih memilih kita karena mampu memberikan manfaat yang lebih tinggi dengan biaya atau pengorbanan yang lebih rendah dibandingkan pesaing.  Strategi yang diterapkan harus  mampu memanfaatkan peluang bisnis dan melayani pelanggan dengan cara yang berbeda dan dengan hasil yang lebih baik dibandingkan pesaing.

Pendekatan Resource-Based View (RBV)yang banyak dianut akhir-akhir ini,  menyatakan bahwa strategi akan efektif jika dirumuskan dan diimplementasikan berdasarkan keunggulan kapabilitas dan sumberdaya perusahaan. Strategi yang berbasis pada kapabilitas dan sumberdaya yang unggul, unik, dan sulit ditiru akan menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Pada gilirannya akan menghasilkan kinerja baik dalam jangka panjang (Gambar 1).

Banyak perusahaan yang memiliki strategi bagus tapi tidak dapat dijalankan karena tidak didukung oleh kapabilitas dan sumberdaya yang sesuai dan unggul. Kapabilitas dan sumberdaya yang dikategorikan unggul dan unik adalah yang memenuhi kriteria valuable (mampu memberikan nilai pelanggan yang baik), rare (jarang pesaing yang memiliki), non immitable (sulit ditiru oleh pesaing), non substitutable (sulit digantikan), dan organized (diorganisasi oleh perusahaan).

A big picture

Gambar 1. Model strategi berbasis sumberdaya

Penerapan strategi berbasis sumberdaya dimulai dengan mengidentifikasi faktor kunci kesuksesan (key success factors) dari suatu industri (Gambar 2).   Identifikasi ini dapat dilakukan dengan metode analisis 5 kekuatan menurut Porter (daya tawar pelanggan, daya tawar pemasok, tingkat persaingan, tingkat ancaman pendatang baru, dan tingkat ancaman produk substitusi) dengan mempertimbangkan karakteristik suatu industri.  Dari analisis 5 kekuatan tersebut dapat diidentifikasi apa saja faktor-faktor kritis dalam industri.  Kemampuan mengatasi faktor kritis tersebut menjadi kunci sukses dalam suatu industri.

Kalau kita coba pada industri perkebunan kelapa sawit, keterbatasan lahan subur, bibit unggul, dan harga yang ditentukan oleh pasar internasional menjadi faktor yang kritis.  Disamping itu tanaman kelapa sawit memiliki karakteristik bahwa tanaman berproduksi untuk jangka waktu 25 tahun dengan produktivitas yang sangat ditentukan oleh kondisi bibit dan kesehatan tanaman selama usia 0-3 tahun (masa tanaman belum menghasilkan).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa faktor kunci kesuksesan industri perkebunan kelapa sawit antara lain lahan yang subur dan sesuai dengan persyaratan agroklimat, bibit unggul, produktivitas tanaman, mutu produk, efisiensi biaya, dan kesehatan tanaman belum menghasilkan.

Berdasarkan faktor kunci kesuksesan tersebut dapat diidentifikasi kapabilitas dan sumberdaya kunci  yang dibutuhkan untuk berhasil pada setiap faktor kunci kesuksesan.  Terkait dengan faktor kunci kesuksesan, kapabilitas yang dibutuhkan agar berhasil di perkebunan kelapa sawit antara lain penerapan teknologi dan manajemen budidaya tanaman, pengendalian biaya,  pengendalian mutu, dan kemampuan mendapatkan bibit unggul.

Adapun sumberdaya kuncinya antara lain kondisi dan lahan dan manajer kebun.   Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi pada kapabilitas  dan sumberdaya apa saja perusahaan memiliki keunggulan dan keunikan dibandingkan dengan pesaing.

Di sisi lain kita melakukan analisis lingkungan makro, industri, pelanggan, dan persaingan untuk mengidentifikasi peluang-peluang bisnis.  Setelah ketemu peluang yang strategis, kita mulai mencocokkan peluang mana yang sesuai dengan keunggulan kapabilitas dan sumberdaya perusahaan.

Langkah selanjutnya adalah mendisain strategi untuk memanfaatkan keunggulan kompetensi dan sumberdaya untuk memanfaatkan peluang bisnis. Semakin banyak kapabilitas dan sumberdaya yang unggul dan sulit ditiru, maka akan semakin leluasa perusahaan mendisain strategi untuk mendapatkan keunggulan bersaing.

Semakin sedikit kapabilitas dan sumberdaya yang unggul dan sulit ditiru, maka akan semakin sulit merumuskan strategi dan mendapatkan keunggulan bersaing.  Salah satu kriteria utama strategi yang baik adalah strategi yang dapat diimplementasikan karena didukung oleh kapabilitas dan sumberdaya yang unggul dan sulit ditiru                                     

A big picture

Gambar 2. Kerangka kerja perumusan strategi berbasis kapabilitas dan sumberdaya

Sebagai contoh strategi yang sulit ditiru karena didukung oleh kapabilitas dan sumberdaya yang unggul dan sulit ditiru adalah strategi kepemimpinan biaya (cost leadership) yang dijalankan oleh Walmart.  Walmart memilih dan menjalankan strategi tersebut dengan baik karena didukung oleh manajemen logistik dan pusat-pusat distribusi yang unggul dan sulit ditiru oleh pesaingnya.

Contoh lain strategi berbasis sumberdaya dapat kita lihat dari batik Bin House yang memiliki reputasi sangat baik di industri kreatif.  Bin House memiliki keahlian khusus dan sulit ditiru dalam mendisain batik dan memilih bahan kain yang sesuai dengan selera pasar kelas atas serta didukung tenaga pembatik yang sangat baik. Keunggulan kapabilitas dan sumberdaya tersebut sangat cocok dengan penerapan strategi diferensiasi untuk target pasar kelas atas.

*Dr. Triono Saputro - Direktur Jasa Pengembangan Organisasi | PPM Manajemen

Share