Kebijakan Beasiswa

Setelah Yayasan PPM resmi berdiri pada 3 Juli 1967, maka selanjutnya dibetuklah Panitia Pelaksana yang bertugas untuk membangun Perguruan Tinggi Manajemen (PTM). Dengan upaya yang luar biasa akhirnya Panitia Pelaksana berhasil mengumpulkan dana sebesar 18 ,5 juta rupiah yang dikumpulkan dari para donatur dan lembaga donor dalam dan luar negeri.

Salah satu lembaga donor adalah Institut fur Internationale Solideriteit der Konrad Addenauer Stifftung, yang menjadi donatur tetap hingga 1975. Untuk melaksanakan kegiatannya yang mencakup perkuliahan dan asrama mahasiswa, PTM menggunakan gedung bekas Sekolah Regina Pacis yang berada di J. Budi Kemuliaan 2 Jakarta Pusat.

Pada 19 Februari 1968 PTM resmi didirikan, dengan Dr. Kadarman, SJ., sebagai Rektor pertama PTM, pada saat itu hampir sebagian besar para pengajar masih berstatus paruh waktu dan dosen honorer. Tahun pertama bukanlah tahun yang mudah untuk dilalui oleh PTM. Sarjana S-1 Lulusan terbaik biasanya langsung mendapat pekerjaan yang baik dan enggan meneruskan studi mereka, untuk itu PTM tidak hanya membebaskan para mahsiswa dari biaya kuliah, PTM juga memberikan uang saku kepada para mahasiswa selama mengikuti pendidikan di PTM.

Inilah cikal bakal program CSR PPM Manajemen yang dituangkan dalam bentuk pemberian beasiswa yang digagas oleh PPM School of Management, yang pada saat itu masih bernama Perguruan Tinggi Manajemen (PTM).

Seiring perjalanan waktu, dan melihat alumni PTM yang berkualitas, banyak perusahaan dan juga BUMN yang tertarik untuk merekrut alumni PTM. Maka mulailah babak baru Program Beasiswa PTM, dimana biaya kuliah ditanggung oleh perusahaan yang berminat terhadap lulusan PTM. Sejarah telah membuktikan bahwa keterlibatan kalangan bisnis dalam proses pendidikan sudah dilakukan sejak dulu, dan CSR PPM Manajemen berupaya agar kerjasama ini terus berlanjut dan lestari.

Lalu ada juga Beasiswa staf, dimana alumni yang memiliki kecakapan Manajemen yang baik, direkrut langsung oleh PPM Manajemen, yang kemudian para lulusan terbaik ini berkiprah di PPM, baik sebagai core faculty, core trainer, atau core consultant.

Saat ini Sekolah Tinggi Manajemen PPM masih terus memberikan beasiswa yang dinamakan Beasiswa Prof. Dr. A.M. Kadarman, nama ini sendiri diambil sebagai penghargaan atas jasa-jasa Prof. Dr. A.M. Kadarman yang telah mengembangkan manajemen di Indonesia. Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Sekolah Tinggi Manajemen PPM terhadapkelompok masyarakat yang secara ekonomi tidak mampu namun memiliki potensi akademik yang membanggakan.

Belakangan penekanan kepada kondisi mahasiswa dari kalangan pra sejahtera tidak lagi terlalu diprioritaskan, sebaliknya PPM SoM lebih menitikberatkan pada kemampuan akademik para calon penerima beasiswa.