PPM School Dorong Well-being sebagai Strategi Bisnis melalui Forum Strategic Wellbeing

PPM School Dorong Well-being sebagai Strategi Bisnis melalui Forum Strategic Wellbeing

Jakarta, 14 Februari 2026 — Sebagai institusi pendidikan manajemen yang berkomitmen mendorong praktik bisnis berbasis keilmuan dan relevansi industri, PPM School of Management terus menghadirkan forum diskusi strategis bagi para profesional. Melalui kegiatan bertajuk “Strategic Wellbeing Implementation: Integrating Mental Health into Corporate Performance”, PPM School menegaskan pentingnya integrasi kesehatan mental dalam strategi kinerja organisasi.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 14 Februari 2026 di PPM School, Menteng, Jakarta Pusat ini menjadi ruang belajar bagi para praktisi HR untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi well-being yang berdampak nyata pada performa perusahaan.

Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Dr. Wendra, menyoroti bahwa isu kesehatan mental di tempat kerja masih kerap dipandang sebelah mata. “Employee well-being sering dianggap sebagai nice to have, bukan must have. Bahkan depresi dan kecemasan kerap disalahartikan sebagai persoalan daya juang individu,” ujarnya.

Padahal, secara global diperkirakan 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun akibat depresi dan kecemasan, dengan kerugian produktivitas mencapai US$ 1 triliun per tahun. Mengacu pada studi Rojas et al. (2019), gangguan kesehatan mental di tempat kerja justru banyak dipicu oleh faktor struktural organisasi, seperti beban kerja berlebih, tenggat waktu ketat, konflik dan ketidakjelasan peran, lemahnya kontrol kerja, kurangnya apresiasi, hingga praktik intimidasi.

“Artinya, akar persoalan bukan pada kelemahan individu, melainkan pada desain organisasi dan kualitas kepemimpinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Wendra juga mengutip penelitian Professor Jan-Emmanuel De Neve dari Well-being Research Centre, University of Oxford, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang serius memperhatikan well-being karyawan cenderung memiliki kinerja lebih baik dan harga saham lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang mengabaikannya. Hal ini memperkuat posisi well-being bukan sekadar isu kemanusiaan, tetapi bagian dari strategi korporasi.

Forum ini menghadirkan perspektif akademik dan praktik industri melalui kehadiran:

  • Dr. Maharsi Anindyajati, M.Psi., Psikolog, Head of Center for Human Capital Development PPM Manajemen
  • Lily Johan, S.M., M.M., HR Services & Industrial Relation Head PT Bank UOB Indonesia sekaligus alumni PPM School
    Dengan moderator Dr. Riza Aryanto, M.M., Lecturer in Strategic Human Resource Management and Organizational Behaviour.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang hadir akan memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi partisipasi.

Melalui forum ini, PPM School berharap dapat mendorong para pemimpin dan profesional HR di Indonesia untuk memandang well-being bukan sebagai program tambahan, melainkan sebagai fondasi strategis dalam membangun organisasi yang unggul dan berkelanjutan.

Baca Juga

Komunikasi Korporat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *