PPM Manajemen Bicara Paradoks Inovasi Indonesia di Nusantara TV
Jakarta, 22 April 2026 – PPM Manajemen kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memberikan perspektif strategis terhadap isu-isu nasional. Praktisi dan Dosen PPM School of Management, Pepey Riawati Kurnia, hadir sebagai narasumber dalam program “Merah Putih” yang disiarkan secara langsung oleh Nusantara TV.
Program yang mengangkat tema “Paradoks Inovasi Indonesia” ini diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026 pukul 20.00 WIB di Studio Nusantara TV, Pulomas, Jakarta, dan menghadirkan diskusi mendalam mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam mendorong inovasi nasional.
Dalam dialog tersebut, Pepey Riawati Kurnia menyampaikan pandangannya mengenai peran perempuan di era modern, tantangan dunia kerja, serta pentingnya mendorong inovasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Ia menyoroti bahwa perempuan masa kini telah menunjukkan perkembangan dan capaian yang signifikan di berbagai sektor. Namun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, khususnya dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi secara optimal.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat emansipasi perempuan saat ini perlu dimaknai sebagai upaya untuk menghadirkan kesetaraan yang berkeadilan, termasuk dalam hal akses terhadap peluang, pengembangan karier, serta kontribusi strategis dalam organisasi.
Menjawab pertanyaan mengenai peran perempuan dalam inovasi, Pepey menegaskan bahwa kontribusi perempuan dapat diwujudkan melalui pengembangan inovasi yang bersifat terjangkau (affordable), sehingga dapat diakses oleh segmen masyarakat yang lebih luas, khususnya kelompok menengah ke bawah. Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam setiap tahapan proses inovasi, mulai dari perumusan ide hingga implementasi.

Selain itu, Pepey juga mengangkat isu terkait ekosistem riset di Indonesia. Ia menilai bahwa persepsi mengenai tingginya biaya riset masih menjadi salah satu tantangan yang menghambat percepatan inovasi di dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan perubahan perspektif bahwa riset merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk daya saing bangsa.
Dalam konteks dunia kerja, ia turut menekankan pentingnya keseimbangan antara performa, hak, dan kewajiban pekerja, termasuk bagi perempuan. Menurutnya, sistem kerja yang adil perlu dibangun dengan mengedepankan prinsip kesetaraan tanpa mengesampingkan aspek kinerja sebagai indikator utama.
Sebagai penutup, Pepey mendorong adanya langkah konkret dari berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendukung inovasi sekaligus menjamin kesetaraan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kerja yang adaptif dan inklusif.
Keterlibatan Pepey Riawati Kurnia dalam program ini menegaskan komitmen PPM Manajemen sebagai institusi yang secara konsisten berkontribusi dalam pengembangan pemikiran manajemen dan sumber daya manusia di Indonesia, serta aktif dalam berbagai forum strategis di tingkat nasional.
Baca Juga
- PPM Manajemen dan Universitas Al-Azhar Indonesia Jalin Kerja Sama Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen
- Tautkan Hati, Rajut Kebersamaan: Momentum Halalbihalal PPM Manajemen Perkuat Kolaborasi
- Perkuat Kompetensi Inovasi, PDMA Indonesia dan PPS PPM Manajemen Kolaborasikan Program Sertifikasi NPDP
- IKA PPM Gelar “Cinta Kasih Ramadhan 2026”, Perkuat Kepedulian Sosial dan Silaturahmi Alumni
- PPM School of Management