Melek Risiko Operasional

Risiko operasional adalah kemungkinan kejadian yang dapat menyebabkan proses penyampaian nilai kepada pelanggan terhambat. Lingkup risiko operasional terjadi pada serangkaian rantai nilai (value chain) organisasi yang dipicu oleh kejadian dari dalam maupun dari luar organisasi.

PUPUT SUWASTIKA
Odoo image and text block




Oleh: Puput Suwastika Konsultan Manajemen Strategis PPM Manajemen

*Tulisan ini dimuat di Majalah Pajak, Volume LXIII| 2019, hlm. 43

Suatu kemungkinan kejadian yang dapat menghambat dan menggagalkan terwujudnya suatu sasaran disebut risiko. Risiko dapat timbul pada seluruh objek dalam organisasi. Termasuk dapat terjadi dalam aspek operasional.

Risiko operasional adalah kemungkinan kejadian yang dapat menyebabkan proses penyampaian nilai kepada pelanggan terhambat. Lingkup risiko operasional terjadi pada serangkaian rantai nilai (value chain) organisasi yang dipicu oleh kejadian dari dalam maupun dari luar organisasi.

Tinjauan risiko operasional dianalisis pada serangkaian proses pada rantai nilai, baik pada proses utama maupun proses pendukung. Tiap-tiap proses yang ada dalam penyampaian nilai memiliki sasaran atau patokan keberhasilan yang harapannya patokan keberhasilan tersebut tercapai pada seluruh rantai untuk mewujudkan global optima.

Ibarat rantai dalam kendaraan, ia berfungsi sebagai media utama yang membantu kendaraan bergerak menuju targetnya. Dalam organisasi, rantai-rantai nilai harus saling terhubung dengan baik agar sasaran besar dari organisasi dapat terwujud. Gangguan yang terjadi pada satu bagian dalam rantai dapat menyebabkan rantai nilai tidak berputar dengan efektif. Sehingga penting bagi organisasi untuk mewaspadai kemungkinan terburuk yang dapat menggagalkan efektivitas pada tiap rantai nilai.

Dalam hal memanajemeni risiko operasional, langkah yang dilakukan sama dengan manajemen risiko pada umumnya. Diawali dari proses mengidentifikasi risiko, difokuskan pada setiap sasaran pada proses utama dan proses pendukung pada rantai nilai. Selanjutnya melakukan pengukuran risiko yang meninjau tingkat kemungkinan dan dampak. Baru setelahnya dapat melakukan pemetaan risiko yang akan menjadi prioritas untuk dirancang tindakan penangannya (mitigasi).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh suatu lembaga manajemen risiko internasional (risk.net) terdapat 10 peringkat risiko operasional yang rata-rata dialami oleh setiap perusahaan, Risiko Talent merupakan fenomena risiko yang mulai muncul baru-baru ini ditahun 2018-2019. Ini merupakan kejadian merugikan perusahaan yang timbul dari proses pengelolaan sumber daya manusia yang tidak tepat, sehingga talenta-talenta perusahaan dapat dengan cepat meninggalkan perusahaan.

Talent yang sesuai dengan karakteristik perusahaan merupakan salah satu elemen penting bagi penggerak roda bisnis. Fenomena sulitnya mendapatkan talenta yang mampu bertahan dan loyal kepada perusahaan merupakan pencetusnya. Tahun 2020-2030, lingkungan kerja akan didominasi oleh generasi milenial yang memiliki nilai loyalitas lebih kecil dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Dinilai dari tingkat kemungkinannya, kehilangan karyawan berbakat yang ada pada generasi milenial saat ini cukup tinggi. Dilihat dari tingkat perputaran karyawan, frekuensi karyawan meninggalkan perusahaan, dan digantikan dengan karyawan baru, disebut tingkat turnover karyawan.

Pada tahun 2010-2018 tingkat turnover di dunia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pekerja di seluruh dunia mulai mencari peluang pekerjaan baru seiring kembalinya pertumbuhan dan keterbukaan pasar tenaga kerja yang mulai meningkat. Rata-rata rasio turnover dalam waktu lima tahun ke depan akan tetap meningkat pada kisaran 23,4% dan turnover akan meningkat lebih cepat di negara berkembang daripada di negara maju (Hasil Survei Hay Group, 2014).

Jika dinilai dari dampak yang disebabkan oleh risiko talenta, yakni kehilangan talenta tersebut, dapat ditinjau dari segi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut Glassdoor, rata-rata perusahaan di Amerika Serikat menghabiskan sekitar 4.000  dollar AS untuk merekrut karyawan baru, membutuhkan waktu hingga 52 hari untuk mengisi posisi. Jika Anda mengganti seseorang alih-alih mengisi posisi baru, taruhannya menjadi lebih tinggi.

Penelitian lain oleh SHRM menyatakan bahwa dibutuhkan hingga 50-60 persen dari gaji tahunan karyawan untuk mencari pengganti langsung. Pergantian karyawan bisa sangat mahal, dengan jumlah total hingga 90-200 persen gaji tahunan karyawan tersebut.

Tingginya kemungkinan dan dampak yang ditimbulkan atas risiko operasional khususnya pada risiko talenta, penting bagi organisasi untuk menentukan tindakan mitigasi yang tepat untuk memperkecil kemungkinan dan dampak atas munculnya risiko talenta tersebut. Misal, menyediakan program pengembangan yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, menyediakan jenjang karir yang jelas dan program engagement lainnya.

Disamping risiko talenta, terdapat sembilan peringkat risiko operasional yang perlu diwaspadai karena sering kali menimpa banyak perusahaan di antaranya Risiko Gangguan IT, Pengelolaan Data, Risiko Regulasi, Pencurian dan Penipuan, Risiko atas Penggunaan Pengalihdayaan, Kesalahan Operasional, Perubahan Organisasi, Risiko Perizinan Dagang dan Risiko atas Model Bisnis perusahaan.