Programer adalah Seniman

Di balik setiap perubahan digital, terdapat peran penting dari seorang programer.

DWI PUTRA APRI S
Odoo image and text block





Oleh: Dwi Putra Apri Setianugraha, M.M - Konsultan, Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen


*Tulisan ini dimuat di Majalah Sindo Weekly No. 13 Tahun VII, 28 Mei -  3 Juni 2018, p. 82

TRANSFORMASI digital sifatnya multidimensi, namun di balik dimensi-dimensi tersebut yang menjadi dimensi inti adalah manusia. Pernyataan itu dilontarkan oleh Priyanto Rudito yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kemenpar dan telah sukses membawa digital transformation di Telkom Indonesia.

Tren digital saat ini tidak dapat kita halau. Organisasi dituntut untuk mampu mengikuti tren digital sehingga bisa melakukan akselerasi pada jalur yang sesuai. Tak pelak, berbagai industri berpacu dengan lingkungan untuk mengubah organisasinya menjadi organisasi digital. Perbankan, logistik, ritel, dan lainnya berpacu untuk terus berubah ke arah digital.

Di balik setiap perubahan digital, terdapat peran penting dari seorang programer. Seseorang programer bertanggung jawab dalam membuat program dengan bahasa pemograman tertentu. Program tersebut digunakan berupa suatu sistem untuk mempermudah suatu aktivitas. Tanpa tenaga dan “karya” mereka, bisa hampir dipastikan perubahan ke arah digital yang organisasi harapkan tidak mungkin terjadi.

Saat ini jumlah kebutuhan programer di Indonesia terus meningkat, sementara ketersediaan tenaga programer masih jauh dari cukup. Sulitnya mendapatkan tenaga programer, membuat perusahaan akan mempertahankan keberadaan programer di dalam organisasi mereka.

Mengelola programer di organisasi merupakan tantangan bagi organisasi itu sendiri. Sebab permintaan tenaga programer yang tinggi membuat daya tawarnya di organisasi menjadi sangat tinggi. Bisa saja programer yang ada di perusahaan saat ini berpindah ke perusahaan lain dengan sangat cepat. Dalam hal ini, peranan seorang manajer SDM sangat penting untuk mempertahankan tenaga programer agar solusi digital yang perusahaan harapkan bisa tetap berjalan sesuai rancangan.

Perlu diketahui, dalam menyelesaikan masalah yang sama, setiap programer memiliki cara penyelesaiannya sendiri. Bisa dikatakan ukuran kinerja dari seorang programer adalah hasil dari penyelesaian masalah yang diharapkan oleh organisasi.

Layaknya seorang seniman, untuk menyelesaikan suatu karya seni dibutuhkan imajinasi. Begitu pula programer, untuk menghasilkan ribuan kode yang membantu menyelesaikan masalah, membutuhkan imajinasi pula.

Konsep mengenai employee retention tetap menjadi dasar utama dalam mempertahankan keberadaan programer andal dalam perusahaan. Dikutip dari laman SHRM.org bahwa alasan mengapa seorang karyawan bertahan di organisasi adalah keterlibatan seorang karyawan dalam kehidupan profesional dan komunitas di perusahaan atau organisasi tempat mereka berkarir.

Seorang karyawan akan merasa memiliki koneksi dan relasi terhadap seluruh anggota organisasi, baik dalam periode waktu bekerja maupun di luar itu. Dengan demikian, mereka akan berpikir dua kali bila ingin keluar dari organisasi. Sebab, mereka membutuhkan tenaga lebih banyak lagi untuk memulai dari awal.

Hal ini berlaku juga bagi seorang programer. Di luar kesehariannya dalam menuliskan kode-kode, para programer butuh relasi di luar “relasi” mereka dengan komputer dan kode.

Alasan seorang karyawan bisa bertahan adalah peningkatan program engagement yang dimiliki oleh perusahaan melalui ketersediaan mentor bagi karyawan. Programer merupakan tenaga kerja kreatif yang tetap perlu pendamping (mentor) dalam berkegiatan.

Dalam proses pengambilan keputusan, seorang programer secara teknis bisa mengambil keputusan sendiri, namun dalam batasan tertentu biasanya mereka memerlukan pendamping dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, keputusan terkait dengan passing data atau pelemparan informasi dalam sistem yang perlu validasi.

Semakin mudah dan cepat mentor dihubungi oleh seorang programer, keterikatan seorang programer di organisasi semakin tinggi. Tidak selamanya benefit dalam bentuk finansial merupakan hal utama yang diharapkan oleh seorang programmer.

Ribuan kode digital yang mendorong transformasi digital organisasi sekali lagi tidak akan mungkin terjadi bila sinergi antara programer, manajer SDM, manajer proyek, dan pimpinan lainnya tidak dilakukan. Oleh karena itu, keunikan dalam mengelola programer seperti layaknya bekerja sama dengan seorang seniman. Hasil karya yang terdiri dari ribuan kode merupakan bagian dari “karya seni” yang para programer banggakan.

Jadi, sudahkah Anda mengapresiasi tim programer di perusahaan sebagaimana Anda mengapresiasi karya seni dari seorang seniman ternama?