Bijak Menggunakan Peer To Peer Lending

EDI PREMONO
Odoo CMS - a big picture

Beberapa waktu belakangan, Sobat PPM pasti menyadari maraknya kasus pinjaman peer-to-peer online yang berujung pada proses penagihan yang dinilai kurang etis, akibat ketidakmampuan nasabah untuk membayar pinjamannya yang telah berbunga semikian besar.

Peer-to-peer lending memang menggiurkan. Layanan keuangan ini menyediakan dana pinjaman yang cepat dan instan. Namun, jika tidak waspada dalam memanfaatkan layanan ini, alih-alih memudahkan, layanan ini dapat menjadi suatu momok yang mengerikan.

Oleh karena itu, sebelum memanfaatkan layanan pinjaman online, pastikan terlebih dahulu bahwa layanan tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Anda dapat mengakses laman ojk.go.id untuk menemukan layanan peer-to-peer lending yang telah terdaftar.

Kedua, sebelum mengajukan pinjaman, pahami terlebih dahulu mekanisme dan cara kerja layanan peer-to-peer lending tersebut. Khususnya terkait dengan nominal bunga yang akan dibebankan dan skema pembayaran angsuran utang.

Ketiga, pastikan untuk mengajukan pinjaman sesuai dengan kemampuan bayar yang dimiliki, serta sesuaikan dengan penggunaan kebutuhan uang pinjaman tersebut.

Bagi para investor yang hendak memberikan pinjaman, pastikan terlebih dahulu profil individu yang mengajukan pinjaman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah profil risiko dari nasabah tersebut, serta bagaimana rekam jejak serta digital footprint nasabah di berbagai kanal dan media sosial yang dimilikinya.