PPM Manajemen Perluas Kiprah ke Malang Jelang Usia 60 Tahun, Bidik Pengusaha dan UMKM

PPM Manajemen Perluas Kiprah ke Malang Jelang Usia 60 Tahun, Bidik Pengusaha dan UMKM

Malang, Diswaymalang.id – PPM Manajemen memperluas kiprahnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan dunia usaha di Indonesia. Menjelang usia ke-60 tahun pada 2027, lembaga pendidikan manajemen yang berdiri sejak 1967 tersebut mulai memperkuat kontribusinya kepada pelaku usaha di berbagai daerah, termasuk Kota Malang.

Langkah itu ditandai melalui event Ngobrol Positif & Inspiratif (NGOPI) bareng PPM Manajemen & PPM School of Management x TDA Malang bertajuk Future-Proof Business, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di AADK (Ada Apa Dengan Kopi), Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tersebut mengangkat talkshow bertema “Strategi Menjaga Bisnis Tetap Eksis, Relevan & Makin Cuan di Era AI”.

Event itu menjadi kegiatan perdana PPM Manajemen di Kota Malang yang berkolaborasi dengan TDA (Tangan Di Atas) Malang. Event ini juga didukung Disway Malang sebagai media partner.

PPM Manajemen Bidik Pengusaha dan UMKM Malang


Peserta NGOPI (Ngbrol Positif & Inspiratif) mendengarkan dengan seksama pemaparan narasumber di AADK, Selasa (18/8/2026). -Agsant-diswaymalang.id

Perwakilan PPM Area Jawa Timur Rizma Amalina mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama.

Pertama, memperkenalkan PPM Manajemen kepada masyarakat Kota Malang sekaligus membangun kesadaran mengenai keberadaan lembaga pendidikan manajemen tersebut.

“Memang maksud dan tujuannya pertama kita ingin memperkenalkan PPM, karena di Malang masih banyak yang belum tahu PPM itu apa. Jadi kita ingin membangun awareness,” ujar Rizma.

Tujuan kedua adalah mengembangkan produk pendidikan PPM Manajemen yang menyasar kalangan pengusaha, UMKM, dan business owner.

“Yang kedua kita ingin mengembangkan produk, target pesertanya memang entrepreneur, UMKM, business owner yang ada di Kota Malang,” jelasnya.

Menurut Rizma, Malang dipilih karena memiliki ekosistem industri kreatif dan komunitas pengusaha yang cukup berkembang.

“Malang menjadi pilihan karena Malang ini kota yang kreatif dan komunitas pengusahanya juga banyak,” lanjutnya.

PPM Siapkan Produk Pendidikan untuk Pengusaha

Kehadiran PPM Manajemen di Malang tidak hanya diarahkan pada kegiatan seminar atau talkshow. Lembaga tersebut ingin mengembangkan produk pendidikan dan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pengusaha dan pelaku UMKM.

“PPM ingin mengembangkan produk sekolah tinggi untuk pengusaha dan UMKM. Dengan kolaborasi bersama TDA ini kami ingin berkelanjutan,” katanya.

Kolaborasi dengan TDA Malang diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan lebih dekat dengan komunitas bisnis lokal.

Program yang dikembangkan nantinya diharapkan tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas manajemen dan menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

PPM Manajemen Bersiap Menuju Usia 60 Tahun

PPM Manajemen memiliki sejarah panjang dalam pendidikan manajemen di Indonesia. Berdiri pada 1967, PPM dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan manajemen yang telah lama berkontribusi terhadap pengembangan profesional dan dunia usaha.


Noveri Maulana, Associate Professor Sekolah Tinggi PPM Manajemen saat memaparkan materi dalam acara Ngobrol Positif & Inspiratif (NGOPI) di AADK, Selasa (18/8/2026). -Agsant-diswaymalang.id

Saat ini PPM Manajemen berpusat di Menteng, Jakarta Pusat, serta memiliki sejumlah cabang, antara lain Surabaya, Makassar, Cikarang, dan BSD.

“PPM adalah Sekolah Tinggi Manajemen pertama di Indonesia,” tegas Rizma.

Momentum menuju usia 60 tahun pada 2027 menjadi salah satu alasan PPM Manajemen semakin aktif memperluas kontribusinya.

“Dalam rangka HUT ke-60 tahun depan, kami ingin berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

50 Pengusaha Malang Bahas Strategi Bisnis di Era AI

Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan NGOPI tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai entrepreneur, pelaku UMKM, hingga business owner.

Diskusi berlangsung sekitar tiga jam dan menghadirkan Noveri Maulana selaku Associate Professor Sekolah Tinggi PPM Manajemen serta Donny Kris Puryono dari PT Winnertech Lintas Nusa sekaligus business owner Malang Strudel.

Diskusi dipandu Nanda Alifia Putri, Manager Pemasaran & Penjualan Sekolah Tinggi PPM Manajemen pusat Jakarta.

Noveri mengatakan peserta cukup aktif berdiskusi. Berbagai pertanyaan muncul terkait cara memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengembangkan bisnis.

“Alhamdulillah, 50 peserta yang hadir pada sore hari ini dari jam 3 sampai jam 6 sore kita diskusi bareng-bareng. Itu sangat interaktif sekali,” ujar Noveri.

Menurutnya, tantangan adaptasi AI tidak hanya dihadapi pengusaha pemula. Perusahaan yang telah berkembang juga mulai memikirkan cara mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam proses bisnis.

“Bagaimana sebagai pebisnis pemula kita bisa adaptif dengan AI, bagaimana kita menggunakan AI. Bahkan beberapa teman-teman yang sudah bisnisnya besar malah bilang bagaimana mengintegrasikan AI tersebut di dalam bisnis,” katanya.

AI Jadi Tantangan Baru Dunia Usaha

Perkembangan AI membuat pelaku usaha perlu terus beradaptasi. Teknologi tidak hanya digunakan untuk pekerjaan administratif, tetapi mulai masuk ke berbagai aspek bisnis, termasuk pemasaran, analisis, pelayanan pelanggan, hingga pengembangan produk.

Karena itu, pemahaman terhadap AI menjadi bagian penting dalam strategi bisnis ke depan. Pelaku usaha dituntut tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu memilih teknologi yang benar-benar memberikan nilai tambah.

Bagi PPM Manajemen, kegiatan di Malang menjadi langkah awal memperkenalkan eksistensinya kepada komunitas bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Melalui sinergi dengan TDA Malang, PPM berharap dapat menghadirkan program pendidikan dan pengembangan bisnis yang semakin dekat dengan kebutuhan pengusaha lokal.

Baca Juga

Komunikasi Korporat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *